Si Biru Menuai Konflik
Kuning yang menyelimuti tubuhnya tak secerah dulu. Kini, diusianya yang menjelang senja kerangkanya pun mulai rapuh. Asap hitam-pekat dari knalpot membumbung, memudar ke angkasa. Namun, dia tetap melaju. “Bis kuning”, dia dinamai, menyusuri jalan naik-turun dan berkelok-kelok, mengantarkan penumpangnya yang sebagain besar mahasiswa ke tempat tujuannya.
Tapi, belakangan ini bis tersebut tidak menunjukkan keberadaannya lagi. Alternatif sampai ke kampus dengan gratis selain jalan kaki pupus bersama tidak beroperasinya bis kuning ini. Mereka pun harus rela (Baca Selengkapnya…)
