Potret Kemiskinan Sindangsari
Selama ini, kawasan Kiara Payung (Kirpay) dikenal sebagai lokasi perkemahan. Selain itu, daerah yang berjarak lima kilometer dari Pangkalan Damri Jatinangor ini, kerap jadi incaran mahasiswa untuk bakti sosial (baksos), khususnya pada masa ospek. Alasan utamanya, penduduk Kirpay—mayoritas buruh tani—banyak yang tergolong keluarga pra-sejahtera.
Kirpay terdiri atas dua Kelurahan, Cilayung yang masuk kecamatan Jatinagor dan Sindangsari yang masuk kecamatan Sukasari. Keduanya sama-sama bagian dari teritorial pemerintahan daerah Kabupaten Sumedang.
Saya mengangkat Sindangsari sebagai sample untuk tugas Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial awalnya bukan karena data-data penduduk miskinnya. Data ini justru saya peroleh belakangan. Lalu karena apa? Mengenai ini saya tuliskan di bagian Refleksi.
Kembali kepada data penduduk miskin. Berdasarkan data yang saya peroleh dari BPMKS Sumedang, jumlah penduduk miskin di kecamatan Sukasari sebanyak 3498 orang. Khusus Sindangsari, terdapat 193 kepala keluarga dengan keseluruhan 342 orang penduduk miskin. Mereka sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, lebih tepatnya buruh tani. Artinya, kebanyakan tidak memiliki lahan sendiri dan bekerja di ladang orang. Kalaupun memiliki tanah, rata-rata hanya luasnya 25 bata (petani kecil). Sedangkan pemilik lahan luas umumnya mempekerjakan buruh tani.
Berikut beberapa penggal kisah kehidupan penduduk pra-sejahtera dari Desa Sindangsari.
* * *
Sepintas, rumah berlantai dua (Baca Selengkapnya…)
